Mesin Uang Otomatis

Statistik Kunjungan

Ngentot Perawan CS administrasi Bank Swasta

Ngentot Perawan CS administrasi Bank Swasta - Gue sangat terobsesi sekali dengan wanita2 bekulit kuning, seperti keturunan Cina, Menado, Palembang, atau wanita Dayak. Sebagian wanita Sunda juga mempunyai kulit seperti ini, juga wanita2 Jawa yang terkenal dengan perawatan kulit tradisionalnya. Apalagi dengan paha, kaki dan betis yang terawat mulus, apalagi dengan rok model mini. Gue mengaggumi wanita2 dengan tubuh kecil, padat dengan warna kulit kuning seperti ini, dilengkapi lagi dengan kondisi badan yang berisi padat, susu tidak besar, kecil tapi padat, sangat menggairahkan gue.

Mini, adalah gadis yang gue kenal sebagai Staff CS Bank Swasta, kami kenal saat gue ngurus kredit, dan Mini banyak membantu proses kredit gue ini. Mini juga mengenal istri dan anak gue, karena sering gue ajak kekantornya saat ngurus kredit ini. Mini, wajahnya cantik, bertubuh kecil, tinggi dengan warna kulit kuning. Sekilas, seperti keturunan Cina, tapi ternyata gadis asli Jakarta. Jarang gue ketemu Gadis Betawi yang cantik seperti Mini, dan dia jadi target Petualangan gue kali ini.
Karena urusan kredit, komunikasi dengan telepon sering, sampai suatu saat gue mulai bicara yang sifatnya pribadi. Gue Tanya apa aktifitas dia setelah jam kantor, Mini menjawab, suka jalan sama temen, main, makan karaoke dsb…dsb….dsb… Lalu gue iseng menanyakan, apakah dia mau jalan sama gue setelah jam kantor, diluar dugaan gue, Mini menjawab oke. Akhirnya kami janjian untuk date…..
Sore itu, gue janjian di Hotel H, karena Mini gak mau dijemput kekantor, tentunya untuk menjaga status kita masing2. Gue dikenal sebagai nasabah oleh teman2nya, bukan sebagai teman kencan dan sebaliknya.
Sore itu gue ajak Mini makan disuatu restoran yang cukup enak, tapi tidak ramai dengan pengunjung, karena restoran ini menghidangkan khas makanan2 Belanda/Eropa. Suasananyapun sunyi, memang enak untuk date disini. Kami ngobrol macam2 sambil gue menikmati pemandangan kecantikan Mini. Karena waktu masih sore, gue ajak Mini nonton Jazz di Klub Jazz dekat resotran itu. Penonton sudah penuh, sehingga tempat dudukpun sudah tidak ada.